Sabtu, 01 Februari 2014

-Malam-malamku tentangmu, Jingga-

 One day, one post (or more) - [Postingan ke-20]


-Malam-malamku tentangmu, Jingga-


Meski mendung malam ini, bukan berarti aku tidak dapat menikmati malam.

Meski bintang enggan nampak sekalipun, rasaku tak sedikitpun memudar.

Rasa ini selalu mengisi kekosongan, bersemayam dalam satu ruang di hati dan menghapus duka serta lara.

Walau, kadang pula sesekali berubah jelma menjadi lolongan serigala di kala bulan Purnama.

Rinduku ini, bagai rindu yang tak terbalas.

Melalui lontaran-lontaran kata tanpa arah dan makna, bagai surat tanpa penerima.

Tetapi, masih tetap kepadamu Jingga, hati ini menepi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar