One day, one post (or more) - [Postingan ke-1]
Hari ini, saya mulai mengaktifkan diri lagi di sebuah forum. Forum yang sekiranya menjadi pedoman bagi hobiis fotografi seperti saya (walaupun sudah jarang banget motret-motret). Setiap harinya di forum tersebut, hampir selalu ada foto baru yang diposting oleh anggotanya yang notabene beberapa orang diantaranya saya kenal juga didunia nyata. Kalau dibandingkan dengan mereka, rasanya cuma saya saja yang masih berada di level yang sama semenjak dari awal memegang kamera alias tidak ada peningkatan kemampuan yang signifikan. Tidak salah memang. Karena menurut para ahli skill atau kemampuan itu berbanding lurus dengan jam terbang. Sementara saya, memotret saja jarang dan kadang harus ketemu moodnya dulu. Seringkali saya bingung sendiri ketika punya niatan untuk memotret. Beberapa orang yang saya kenal tersebut, hampir semuanya sudah memiliki passionnya masing-masing di bidang fotografi yang digeluti. Ada yang suka modelling, ada yang suka human interest, ada yang suka landscape dan lainnya. Meski kadang, tidak semua foto yang ditampilkan dalam forum bertema sama.
Saya sendiri, untuk saat ini sedang berusaha untuk mendapatkan passion di bidang fotografi arsitektural atau foto-foto bangunan terutama bagian eksterior. Kenapa?
Salah satu alasannya adalah saya menganggap kalau bangunan merupakan objek yang dapat dengan mudah ditemukan di sekeliling kita. Ya, walaupun tidak semua bangunan memiliki sisi-sisi yang dapat dikatakan menarik untuk diabadikan. Terlebih bangunan-bangunan di Jakarta hampir memiliki tema desain yang mayoritas sama, yaitu pencakar langit dengan "ornamen" kaca jendela berbentuk kotak. Kecuali, bangunan atau gedung yang berusia lama dan memiliki gaya desain (entah seharusnya saya menyebutnya dengan istilah apa) klasik atau oldskul. Misalnya seperti bangunan-bangunan di Kota Tua atau bangunan Gereja Katedral Jakarta.
Selain itu, ketika memotret sebuah bangunan, kita akan lebih leluasa untuk melakukan eksplorasi angle atau sudut pada objek yang kita potret tersebut. Objek foto kita tersebut juga tidak akan komplain setiap kita mengambil foto secara terus-menerus pada satu angle yang sama. Sampai didapatkan hasil foto yang menurut kita benar-benar bagus. Hal ini berbeda ketika kita memotret model atau melakukan foto modeling dengan objek manusia. Ketika kita mengambil foto untuk pose yang sama atau bahkan untuk pose yang berbeda-beda selama selang waktu tertentu, mood yang dibawakan oleh model bisa saja berubah. Hal ini dikarenakan manusia memiliki keterbatasan energi dan moodnya dapat dengan mudah berubah. Kondisi yang demikian, tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi hasil foto yang didapat nantinya. Dan hasil fotonya pun bisa jadi sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan kurang sesuai dengan yang diharapkan.
Alasan lainnya mengapa saya tertarik untuk melakukan fotografi arsitektural adalah mungkin karena pada dasarnya saya memang memiliki ketertarikan pada bidang arsitektur. Dan sebelum saya melanjutkan kuliah pada jurusan teknik elektro beberapa tahun yang lalu, saya memiliki impian untuk menjadi mahasiswa teknik arsitektur. Akan tetapi, karena satu hal dan hal yang lainnya, saya "dipaksa" untuk melupakan sejenak impian saya itu dan berubah haluan menjadi mahasiswa teknik elektro yang memiliki hobi serta ketertarikan terhadap fotografi arsitektural.
Well, dibawah ini merupakan beberapa koleksi foto saya selama menggeluti fotografi arsitektural belakangan ini. Masih jauh dari kata bagus memang dan proses pembelajaran saya masih amat sangat lamban. Karena saya masih kurang bisa konsisten untuk menekuni hobi ini. Akan tetapi, saya masih menyimpan harapan terbesar saya, bahwa suatu saat saya bisa terus konsisten di fotografi dan saya menemui kesuksesan saya pada hobi yang saya geluti ini :)
Enjoy!
Salah satu alasannya adalah saya menganggap kalau bangunan merupakan objek yang dapat dengan mudah ditemukan di sekeliling kita. Ya, walaupun tidak semua bangunan memiliki sisi-sisi yang dapat dikatakan menarik untuk diabadikan. Terlebih bangunan-bangunan di Jakarta hampir memiliki tema desain yang mayoritas sama, yaitu pencakar langit dengan "ornamen" kaca jendela berbentuk kotak. Kecuali, bangunan atau gedung yang berusia lama dan memiliki gaya desain (entah seharusnya saya menyebutnya dengan istilah apa) klasik atau oldskul. Misalnya seperti bangunan-bangunan di Kota Tua atau bangunan Gereja Katedral Jakarta.
Selain itu, ketika memotret sebuah bangunan, kita akan lebih leluasa untuk melakukan eksplorasi angle atau sudut pada objek yang kita potret tersebut. Objek foto kita tersebut juga tidak akan komplain setiap kita mengambil foto secara terus-menerus pada satu angle yang sama. Sampai didapatkan hasil foto yang menurut kita benar-benar bagus. Hal ini berbeda ketika kita memotret model atau melakukan foto modeling dengan objek manusia. Ketika kita mengambil foto untuk pose yang sama atau bahkan untuk pose yang berbeda-beda selama selang waktu tertentu, mood yang dibawakan oleh model bisa saja berubah. Hal ini dikarenakan manusia memiliki keterbatasan energi dan moodnya dapat dengan mudah berubah. Kondisi yang demikian, tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi hasil foto yang didapat nantinya. Dan hasil fotonya pun bisa jadi sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan kurang sesuai dengan yang diharapkan.
Alasan lainnya mengapa saya tertarik untuk melakukan fotografi arsitektural adalah mungkin karena pada dasarnya saya memang memiliki ketertarikan pada bidang arsitektur. Dan sebelum saya melanjutkan kuliah pada jurusan teknik elektro beberapa tahun yang lalu, saya memiliki impian untuk menjadi mahasiswa teknik arsitektur. Akan tetapi, karena satu hal dan hal yang lainnya, saya "dipaksa" untuk melupakan sejenak impian saya itu dan berubah haluan menjadi mahasiswa teknik elektro yang memiliki hobi serta ketertarikan terhadap fotografi arsitektural.
Well, dibawah ini merupakan beberapa koleksi foto saya selama menggeluti fotografi arsitektural belakangan ini. Masih jauh dari kata bagus memang dan proses pembelajaran saya masih amat sangat lamban. Karena saya masih kurang bisa konsisten untuk menekuni hobi ini. Akan tetapi, saya masih menyimpan harapan terbesar saya, bahwa suatu saat saya bisa terus konsisten di fotografi dan saya menemui kesuksesan saya pada hobi yang saya geluti ini :)
Enjoy!
+copy.jpg)
+copy.jpg)
+copy.jpg)
+copy.jpg)
+copy.jpg)
+copy.jpg)
