Selasa, 31 Desember 2013

Fotografi. Intro tentang sebuah perkenalan.

 One day, one post (or more) - [Postingan ke-1]


Hari ini, saya mulai mengaktifkan diri lagi di sebuah forum. Forum yang sekiranya menjadi pedoman bagi hobiis fotografi seperti saya (walaupun sudah jarang banget motret-motret). Setiap harinya di forum tersebut, hampir selalu ada foto baru yang diposting oleh anggotanya yang notabene beberapa orang diantaranya saya kenal juga didunia nyata. Kalau dibandingkan dengan mereka, rasanya cuma saya saja yang masih berada di level yang sama semenjak dari awal memegang kamera alias tidak ada peningkatan kemampuan yang signifikan. Tidak salah memang. Karena menurut para ahli skill atau kemampuan itu berbanding lurus dengan jam terbang. Sementara saya, memotret saja jarang dan kadang harus ketemu moodnya dulu. Seringkali saya bingung sendiri ketika punya niatan untuk memotret. Beberapa orang yang saya kenal tersebut, hampir semuanya sudah memiliki passionnya masing-masing di bidang fotografi yang digeluti. Ada yang suka modelling, ada yang suka human interest, ada yang suka landscape dan lainnya. Meski kadang, tidak semua foto yang ditampilkan dalam forum bertema sama.
Saya sendiri, untuk saat ini sedang berusaha untuk mendapatkan passion di bidang fotografi arsitektural atau foto-foto bangunan terutama bagian eksterior. Kenapa?

Salah satu alasannya adalah saya menganggap kalau bangunan merupakan objek yang dapat dengan mudah ditemukan di sekeliling kita. Ya, walaupun tidak semua bangunan memiliki sisi-sisi yang dapat dikatakan menarik untuk diabadikan. Terlebih bangunan-bangunan di Jakarta hampir memiliki tema desain yang mayoritas sama, yaitu pencakar langit dengan "ornamen" kaca jendela berbentuk kotak. Kecuali, bangunan atau gedung yang berusia lama dan memiliki gaya desain (entah seharusnya saya menyebutnya dengan istilah apa) klasik atau oldskul. Misalnya seperti bangunan-bangunan di Kota Tua atau bangunan Gereja Katedral Jakarta.

Selain itu, ketika memotret sebuah bangunan, kita akan lebih leluasa untuk melakukan eksplorasi angle atau sudut pada objek yang kita potret tersebut. Objek foto kita tersebut juga tidak akan komplain setiap kita mengambil foto secara terus-menerus pada satu angle yang sama. Sampai didapatkan hasil foto yang menurut kita benar-benar bagus. Hal ini berbeda ketika kita memotret model atau melakukan foto modeling dengan objek manusia. Ketika kita mengambil foto untuk pose yang sama atau bahkan untuk pose yang berbeda-beda selama selang waktu tertentu, mood yang dibawakan oleh model bisa saja berubah. Hal ini dikarenakan manusia memiliki keterbatasan energi dan moodnya dapat dengan mudah berubah. Kondisi yang demikian, tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi hasil foto yang didapat nantinya. Dan hasil fotonya pun bisa jadi sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan kurang sesuai dengan yang diharapkan.

Alasan lainnya mengapa saya tertarik untuk melakukan fotografi arsitektural adalah mungkin karena pada dasarnya saya memang memiliki ketertarikan pada bidang arsitektur. Dan sebelum saya melanjutkan kuliah pada jurusan teknik elektro beberapa tahun yang lalu, saya memiliki impian untuk menjadi mahasiswa teknik arsitektur. Akan tetapi, karena satu hal dan hal yang lainnya, saya "dipaksa" untuk melupakan sejenak impian saya itu dan berubah haluan menjadi mahasiswa teknik elektro yang memiliki hobi serta ketertarikan terhadap fotografi arsitektural.

Well, dibawah ini merupakan beberapa koleksi foto saya selama menggeluti fotografi arsitektural belakangan ini. Masih jauh dari kata bagus memang dan proses pembelajaran saya masih amat sangat lamban. Karena saya masih kurang bisa konsisten untuk menekuni hobi ini. Akan tetapi, saya masih menyimpan harapan terbesar saya, bahwa suatu saat saya bisa terus konsisten di fotografi dan saya menemui kesuksesan saya pada hobi yang saya geluti ini :)

Enjoy!







Teruntuk kepadamu, inspirasiku (2)

Hujan.

Layaknya sapaan langit kepada bumi, menunjukkan kerinduan yang mungkin tidak akan pernah lekang dan habis, jaman demi jaman.

Walaupun semusim pun telah dihabiskannya untuk menyapa, melalui panas yang berkepanjangan dan semakin terik.

Lewat sepatah dua patah kata ku berkata, aku pun sama.

Tapi aku ingin menjadi angin.

Yang senantiasa meniup lembut helai-helai daun di pepohonan, tanpa mengenal musim, waktu bahkan cuaca.

Abadi dan akan terus begitu sampai seterusnya.
 

Teruntuk kepadamu, dan senyuman yang bahkan mungkin tak pernah pantas untuk kumiliki.

Teruntuk kepadamu, inspirasiku (1)

Sekian banyak jumlah malam terlewati, seperti tak akan ada habisnya kata masih yang terjadi.

Bagai rangkaian kata yang tertulis berulang-ulang, seakan tanpa jeda.


Bahkan ketika saat pagi, siang dan senja.


Dan kau tahu apakah itu?


Dirimu, masih tetap seperti langit, sang penebar pesona.


Layaknya langit dengan iring-iringan awan yang lalu bergantian dengan taburan bintang-bintang.


Selalu indah dan tak akan jemu kupandang.


Aku pun rasanya masih seperti dulu.
 

Dan inginku pun akan tetap begini.
 

Biarlah waktu terus berlalu, biarlah ada banyak hal yang berubah.
 

Namun, perasaan ini akan tetap sama.
 

Teruntuk kepadamu, olehku sebuah kata kekaguman yang terjadi.

One day, one post (or more).

"....I'm learning all about my life,
by looking through her eyes,
and as her image
wandered through my head.."

"Through her eyes" -Dream Theater-


One day, one post (or more).

Entah apa yang sedang saya pikirkan, sebelum akhirnya terlintas di benak saya untuk melakukan sebuah tantangan kepada diri saya sendiri. Tantangan itu adalah membuat postingan sebanyak 1 buah atau lebih dalam sehari. Ide mengenai tantangan ini muncul begitu saja ketika saya sedang melamun, larut dalam terkaan mengenai masa depan yang nyatanya masih saja terasa sulit untuk diterka. Ide ini mungkin bukan perwujudan dari spontanitas semata. Hal ini dikarenakan pada waktu jauh sebelum saya mengupdate blog ini, saya pernah membaca sebuah artikel dari seorang hobiis fotografi luar, yang membuat tantangan serupa tapi tak sama dengan tantangan yang saya bicarakan di awal. Tantangan yang dia lakukan adalah mengambil 1 foto atau lebih dalam sehari, selama kurang lebih 365 hari atau 1 tahun. Entah apa pula yang dia pikirkan tadinya, sebelum akhirnya membuat tantangan macam tersebut kepada dirinya sendiri.

Bagi saya sendiri, menulis bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dengan mudah, apalagi ketika tidak ada satu inspirasi pun yang datang menghampiri. Tetapi saya harus bisa optimis bahwa saya dapat memenuhi tantangan yang saya buat tersebut. Terlebih ada banyak waktu yang dapat saya gunakan untuk melakukan banyak hal sembari mengisi kekosongan waktu pada liburan semester kali ini. Sehingga akan ada bahan tulisan yang dapat saya tuangkan dalam sebuah atau beberapa postingan (tulisan) di blog ini. Selain itu, mau tidak mau, saya juga harus memutar otak dan berpikir agak keras bilamana saya tidak memiliki hal yang menarik untuk dibahas di blog ini. Mungkin secara tidak langsung, hal tersebut akan dapat menstimulus saraf-saraf yang terdapat dalam otak saya. Dan otak saya akan tetap terpakai, walaupun mungkin takaran pemakaiannya hanya nol koma nol sekian persen dari kemampuan maksimal kerja otak saya.

Akhir kata, saya mempunyai harapan bahwa saya bisa memiliki konsistensi dalam rangka menjawab tantangan yang saya buat untuk diri saya sendiri. Karena toh, sebenarnya tidak ada batasan kepada saya dalam membuat tulisan di blog ini. Apa yang sedang saya rasakan, pikirkan, lihat dan apa pun yang saya lakukan baik hari ini, esok dan seterusnya dapat saya tuangkan dalam bentuk tulisan disini.

Senin, 30 Desember 2013

Selamat Hari Ibu. (22-12-2013)

"Pagi adalah pagi ketika suara lembut seorang Ibu menyapa disertai usapan hangat di kening.

Sementara matahari yang terbit perlahan, mencoba membuyarkan kenyataan dalam alam bawah sadar dengan hawa dinginnya, diikuti dengan pendaran cahaya yang menyilaukan mata.

Kasih sayang mu adalah kasih sayang Tuhan dalam wujud nyata.

Tak akan pernah terganti dan tak akan pernah terbalas.

Selamat Hari Ibu untuk seluruh ibu di alam semesta dan semoga keselamatan selalu menyertai sepanjang waktu
."

"Love is the flower you've got to let grow". -John Lennon-

 
 
"Love is the flower you've got to let grow".
 
-John Lennon-


Hampir tidak ada yang spesial dengan foto diatas.
Hanya sebuah bunga yang sedang mekar, dengan latar rerumputan dan bunga lainnya dan olahan gradasi warna.
Dan saya mencoba mengkorelasikan antara foto dengan kutipan yang sekiranya mewakili apa yang saya rasakan saat ini.
Itu saja.

"BLBK" (Blog Lama Bersemi Kembali)

"BLBK"
Blog Lama Bersemi Kembali.


Setelah sekian lama..
Entah apa yang akan saya bisa perbuat melalui blog ini.

Bakal saya isi dengan foto kah?

Cerita kah?

Keluh-kesah kah?

Umpatan kah?

Atau malah, saya tinggal begitu saja seperti sebelumnya?

Tapi rasanya, blog ini bakal menjadi media pelampiasan kebosanan saya di kala liburan semester ini. Hahaha..
Walaupun mungkin nantinya tidak selalu ada postingan-postingan yang menarik untuk disimak, setidaknya, saya punya keinginan buat menumbuhkan kembali semangat saya untuk membuat sebuah atau beberapa buah tulisan sederhana.

APAPUN ragam tulisannya.