Sekian banyak jumlah malam terlewati, seperti tak akan ada habisnya kata masih yang terjadi.
Bagai rangkaian kata yang tertulis berulang-ulang, seakan tanpa jeda.
Bahkan ketika saat pagi, siang dan senja.
Dan kau tahu apakah itu?
Dirimu, masih tetap seperti langit, sang penebar pesona.
Layaknya langit dengan iring-iringan awan yang lalu bergantian dengan taburan bintang-bintang.
Selalu indah dan tak akan jemu kupandang.
Aku pun rasanya masih seperti dulu.
Dan inginku pun akan tetap begini.
Biarlah waktu terus berlalu, biarlah ada banyak hal yang berubah.
Namun, perasaan ini akan tetap sama.
Teruntuk kepadamu, olehku sebuah kata kekaguman yang terjadi.
Bagai rangkaian kata yang tertulis berulang-ulang, seakan tanpa jeda.
Bahkan ketika saat pagi, siang dan senja.
Dan kau tahu apakah itu?
Dirimu, masih tetap seperti langit, sang penebar pesona.
Layaknya langit dengan iring-iringan awan yang lalu bergantian dengan taburan bintang-bintang.
Selalu indah dan tak akan jemu kupandang.
Aku pun rasanya masih seperti dulu.
Dan inginku pun akan tetap begini.
Biarlah waktu terus berlalu, biarlah ada banyak hal yang berubah.
Namun, perasaan ini akan tetap sama.
Teruntuk kepadamu, olehku sebuah kata kekaguman yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar