Hujan.
Layaknya sapaan langit kepada bumi, menunjukkan kerinduan yang mungkin tidak akan pernah lekang dan habis, jaman demi jaman.
Walaupun semusim pun telah dihabiskannya untuk menyapa, melalui panas yang berkepanjangan dan semakin terik.
Lewat sepatah dua patah kata ku berkata, aku pun sama.
Tapi aku ingin menjadi angin.
Yang senantiasa meniup lembut helai-helai daun di pepohonan, tanpa mengenal musim, waktu bahkan cuaca.
Abadi dan akan terus begitu sampai seterusnya.
Teruntuk kepadamu, dan senyuman yang bahkan mungkin tak pernah pantas untuk kumiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar