"Take nothing, but photographs. Leave nothing, but footprints."
01 Mei 2014
(Gunung Gede 2958 Mdpl)
(Gunung Gede 2958 Mdpl)
Seketika pula, kulihat hamparan awan yang bergerak menyeruak di depan pijakan kakiku.
Seolah-olah mereka merayu kepadaku, mengajakku jauh bercumbu dan mungkin tak kembali lagi.
Saat kutarik nafasku dalam-dalam, aku tertegun, mencoba mengingat apa yang telah kami bertiga lewati berjam-jam yang lalu.
Dalam pekatnya malam,
kami menjejaki kesunyian hutan yang kadang diselingi suara hembusan angin yang menerpa pepohonan.
Desah suara hembusan nafas yang berat turut memecah pula kesunyian malam itu.
Sementara tak jarang pula, tarikan-tarikan nafas kami gagal mencapai klimaksnya.
Aku pun merasa bahwa perjalanan ini merupakan perjalanan yang cukup berat bagiku.
Cukup berat bagi manusia perkotaan modern, yang biasa dimanjakan oleh kemutakhiran teknologi mesin-mesin beroda.
Pada saat itu, aku tidak dapat menyombongkan diriku layaknya seorang ksatria yang sedang memecut kuda besinya, untuk melaju dengan pesat.
Yang kami rasakan pada saat itu mungkinlah sama.
Yang sangat mungkin kami rasakan saat itu adalah kami hanya bisa mengandalkan diri kami sendiri sepenuhnya.
Kami hanya bisa mengandalkan tumpuan kedua kaki-kaki kami.
Kami hanya bisa berjalan dan terus berjalan, atau hawa dingin akan menghabisi kami.
Walaupun sesekali kami berhenti untuk menghela nafas panjang dan berbaring diatas bebatuan lembab dan dingin,
demi mengumpulkan kembali semangat untuk terus bergerak dan berjalan dalam dinginnya malam.
Pada akhirnya, kami dapat mencapai tujuan kami.
Sebuah tempat beserta suasana yang sekiranya membuahkan rasa rindu untuk kembali, dan kembali lagi.
Sebuah tempat dimana kami dapat menertawakan puas keberhasilan kami dalam melawan rasa pesimis kami.
Sebuah tempat yang menyadarkan kami betapa kecilnya kami di hadapan-Nya.
Dan sebuah tempat yang memberi pelajaran kepada kami mengenai kebersamaan dan kepedulian, sebagai manusia.
Karena mendaki bukan hanya mengenai seberapa kuat kaki dan pundak kita memangku beban.
Dan bukan pula hanya mengenai seberapa cepat kita membekaskan jejak-jejak kaki kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar