Aku. Dan Masih.
Selalu saja, kuamati setiap gerak dalam keramaian
Kucoba terus mengolah rasa, merangsang peka
Akan tetapi, tetap saja hampa yang kurasa
Dan pergolakan dalam batinku,
selalu saja terjadi dan terus terjadi
Kucoba terus mengolah rasa, merangsang peka
Akan tetapi, tetap saja hampa yang kurasa
Dan pergolakan dalam batinku,
selalu saja terjadi dan terus terjadi
Lambat laun, ku semakin terlelap
Sambil lalu, terbenam dalam cercaan yang sama
Aku selalu saja begini, ingin begitu pun selalu begini
Sejatinya, satu saja inginku,
untuk dapat selalu mengabaikan risau-risauku
Sambil lalu, terbenam dalam cercaan yang sama
Aku selalu saja begini, ingin begitu pun selalu begini
Sejatinya, satu saja inginku,
untuk dapat selalu mengabaikan risau-risauku
Aku bagaikan seorang pelacur,
bahkan serendah-rendahnya pelacur
Aku tidak mengimpikan materi, apalagi kemaluan semata
Aku hanya ingin bebas, melangkah tanpa beban
Turut pula ku mencapai tujuan, walaupun semua bukan tanpa ujian
bahkan serendah-rendahnya pelacur
Aku tidak mengimpikan materi, apalagi kemaluan semata
Aku hanya ingin bebas, melangkah tanpa beban
Turut pula ku mencapai tujuan, walaupun semua bukan tanpa ujian
Ohh, wahai langit
Kapan lagi ku dapat terlena dan menikmati senjamu
Ia yang selayaknya bidadari, meski berkalang arak-arakan awan
Ia yang selalu mampu memberikan kedamaian,
bagi siapa saja yang menikmati keindahannya
Kapan lagi ku dapat terlena dan menikmati senjamu
Ia yang selayaknya bidadari, meski berkalang arak-arakan awan
Ia yang selalu mampu memberikan kedamaian,
bagi siapa saja yang menikmati keindahannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar