Sabtu, 01 Februari 2014

-Kecuali entah dimana-

 One day, one post (or more) - [Postingan ke-21]
  

-Kecuali entah dimana-


Ada sesuatu yang tidak dapat kita ingat dan ada sesuatu yang memang tidak ingin kita ingat.

Dan ada pula sesuatu yang ingin kita ingat, tapi terpaksa untuk kita lupakan.
 

Oleh karena itu, aku ingin menyebutmu dengan sebutan "Jingga".
 

Karena aku tidak begitu yakin, bahwa suatu saat aku akan dapat memanggil namamu ataupun mengingat namamu.
 

Akan tetapi, akan terdapat satu pengecualian.
 

Yaitu jika kita bertemu kembali pada suatu saat.

Dan pada suatu tempat, yang entah dimana.

-Malam-malamku tentangmu, Jingga-

 One day, one post (or more) - [Postingan ke-20]


-Malam-malamku tentangmu, Jingga-


Meski mendung malam ini, bukan berarti aku tidak dapat menikmati malam.

Meski bintang enggan nampak sekalipun, rasaku tak sedikitpun memudar.

Rasa ini selalu mengisi kekosongan, bersemayam dalam satu ruang di hati dan menghapus duka serta lara.

Walau, kadang pula sesekali berubah jelma menjadi lolongan serigala di kala bulan Purnama.

Rinduku ini, bagai rindu yang tak terbalas.

Melalui lontaran-lontaran kata tanpa arah dan makna, bagai surat tanpa penerima.

Tetapi, masih tetap kepadamu Jingga, hati ini menepi.

Rabu, 22 Januari 2014

-Jingga-

One day, one post (or more) - [Postingan ke-19]


-Jingga- 


Ada sesuatu yang tidak dapat kita ingat dan ada sesuatu yang memang tidak ingin kita ingat.

Dan ada pula sesuatu yang ingin kita ingat, tapi terpaksa untuk kita lupakan.


Oleh karena itu, aku ingin menyebutmu dengan sebutan "Jingga".


Karena aku tidak begitu yakin, bahwa suatu saat aku akan dapat memanggil namamu

ataupun mengingat namamu.

Akan tetapi, akan terdapat satu pengecualian.


Yaitu jika kita bertemu kembali pada suatu saat.


Dan pada suatu tempat, yang entah dimana.

Jumat, 17 Januari 2014

Tentang kebiasaan dan konsistensi.

One day, one post (or more) - [Postingan ke-18]

 
I'm randomly having a thought about these words: Humiliation. Devastating.
Such a great friday morning!

Saya bukan ingin bercerita mengenai kedua kata diatas. Humiliation dan Devastating, kedua kata yang tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran saya. Lalu saya buka aplikasi kamus di laptop saya untuk mencari kedua arti kata tersebut.

"Humiliation" berarti penghinaan.
Sementara, "devastating" berarti sesuatu yang berkenaan dengan penghancuran atau bersifat menghancurkan.

Mungkin bukan hanya saya saja yang pernah mengalami hal serupa. Seketika waktu dimana kita sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian muncul sebuah atau beberapa buah kata yang tidak ada hubungannya dengan sesuatu yang sedang maupun telah kita kerjakan saat itu.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Saya sadar kalau saya telah mangkir lagi dari tantangan One day, one post (or more) yang saya buat. Rasanya memang pantas kalau saya disebut sebagai orang yang kurang memiliki konsistensi, terutama pada beberapa hal yang sepatutnya saya perjuangkan. Padahal, menurut sebagian besar orang, yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan (dalam segala hal) adalah konsistensi dan semangat pantang menyerah. Yaa, minimal untuk sekedar mencapai kata "sedikit mencapai". Akan tetapi dalam konteks ini, saya lebih senang menyebut diri saya sebagai seorang yang inkonsisten.
Agak aneh memang kelihatannya. Namun maksud saya adalah inkonsisten atau tidak konsisten merupakan sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan saya saat ini. Ini bila dilihat dari satu sisi. Sementara pada sisi lainnya, saya menemukan diri saya dalam keadaan yang konsisten, malahan sangat. Konsistensi dalam kemalasan atau keengganan untuk melakukan sesuatu yang saya kira sekiranya bermanfaat.

Abaikan tentang baju dan celana yang saya cuci tadi pagi.

Abaikan tentang doa yang saya panjatkan kepada Sang Pencipta tadi pagi.

Abaikan tentang segala sesuatu yang saya lakukan pagi ini.

Karena saya rasa hal-hal tersebut tidak membutuhkan konsistensi, melainkan rutinitas yang bahkan dapat dilakukan secara tidak sadar. Naluriah lebih tepatnya.
Selain itu, apa yang tidak dan tidak dapat saya lakukan memang lebih banyak jumlahnya dibandingkan sedikit hal diatas. Rasanya, rasa malas senantiasa merajai segenap jiwa dan raga saya. Mengalir bersama darah melalui pembuluh-pembuluh dan urat saraf, untuk kemudian meresap kedalam peraduannya kini.
Akan tetapi, saya mulai dapat merasa sedikit bangga dengan diri saya terhitung pada dua hari ini. Hal ini dikarenakan saya bisa memulai sedikit perubahan mengenai pola tidur dan jam bangun pagi saya.
Mulai dua hari yang lalu, saya tidur malam lebih cepat 3 sampai 4 jam dari waktu biasanya saya tidur. Sementara paginya, saya dapat kembali aroma dari tetesan embun yang disertai dengan semilir angin yang bertiup dengan sejuknya.

Singkatnya, saya ingin berharap kalau saya dapat mempertahankan keadaan ini sebagai suatu kebiasaan. Dan kebiasaan ini nantinya akan dapat diikuti oleh kebiasaan-kebiasaan kecil lainnya. Alasannya tidak lain adalah saya dapat memperbanyak frekuensi konsistensi saya dalam melakukan hal-hal yang sekiranya baik dan bermanfaat bagi diri saya sendiri. Karena sudah dari lama saya menginginkan perubahan yang benar-benar signifikan dalam hidup saya, dalam keseharian saya. Walaupun kecil sekalipun, setidaknya saya sudah mencoba nantinya. Mudah-mudahan saja.


“Everyone thinks of changing the world,
but no one thinks of changing himself.”

-Leo Tolstoy-

Rabu, 15 Januari 2014

I (wanna) walk beside you. Forever.

One day, one post (or more) - [Postingan ke-17]


Wangi tanah sehabis hujan dan semilir angin yang menyertai,
membumbui lamunan-lamunanku akan dirimu siang ini.

Aku, seseorang yang selalu mengamatimu dalam hening,
ingin sesekali mengikuti dan menuntun langkah-langkah kecilmu.

Langkah-langkah kaki yang kau ayunkan,
untuk mengarungi luasnya samudra kehidupan.

Mungkin nanti, sesekali kita akan berhenti berjalan,
kita rebahkan badan kita diatas rumput basah nan berembun.

Kemudian saling memunggungi satu sama lain,
lalu kita menyanyikan lagu-lagu kegemaran kita berdua.

Sejenak kita mengabaikan dunia, mengabaikan semesta.

Kita pun tenggelam dalam lautan memori,
dan hati kita berinteraksi melalui lagu dan melodi.


" I walk beside you
Wherever you are
Whatever it takes
No matter how far

 
Through all that may come
And all that may go
I walk beside you
I walk beside you.. "

"I walk beside you" -Dream Theater-