Rabu, 22 Oktober 2014

Aku. Dan Masih.
 

Selalu saja, kuamati setiap gerak dalam keramaian
Kucoba terus mengolah rasa, merangsang peka
Akan tetapi, tetap saja hampa yang kurasa
Dan pergolakan dalam batinku,
selalu saja terjadi dan terus terjadi

Lambat laun, ku semakin terlelap
Sambil lalu, terbenam dalam cercaan yang sama
Aku selalu saja begini, ingin begitu pun selalu begini
Sejatinya, satu saja inginku,
untuk dapat selalu mengabaikan risau-risauku

Aku bagaikan seorang pelacur,
bahkan serendah-rendahnya pelacur
Aku tidak mengimpikan materi, apalagi kemaluan semata
Aku hanya ingin bebas, melangkah tanpa beban
Turut pula ku mencapai tujuan, walaupun semua bukan tanpa ujian

Ohh, wahai langit
Kapan lagi ku dapat terlena dan menikmati senjamu
Ia yang selayaknya bidadari, meski berkalang arak-arakan awan
Ia yang selalu mampu memberikan kedamaian,
bagi siapa saja yang menikmati keindahannya
Ahh..


Ahh..
Nyaliku memang,
tidak lebih besar dari nyali seekor nyamuk.
Nyaliku bahkan,
mungkin tidak lebih dari serangkaian abjad,
yang hanya menyusun sebuah kata,
bahkan hampir tanpa makna.
Bagai sebuah kekuatan tidak kasat mata,
yang terbelenggu dalam cucuran perasaan.
Rasa bersalah, rasa takut, rasa ragu,
dan tak jarang keputusasaan.

Ahh..
Lagi-lagi pikirku,
mati itu indah, pula terlihat damainya.
Terlebih, jika aku menentukannya sendiri.
Atau lebih tepatnya, kudahului takdir oleh-Nya
Daripada, semakin berkalang kecut jiwa ini,
pula seraya menikmati kesia-siaan, lagi dan lagi.
Seolah-olah, pikiran dan kata-kata,
tetap menjadi bagaimana adanya mereka.

Ahh..
Aku memang telah lama mati.
Semenjak mimpi-mimpiku terdahulu,
tiada pernah tersambut.
Waktu itu memang, mereka bagai terhalang kabut.
Kadang jelas dan kadang samar.
Dan seorang pendaki terhebat sekalipun,
masih dapat menemukan remah-remah gairahnya.
Meskipun, ia sedang menatap gunung yang sering didakinya.
Karena, kesannya akan selalu membekas.

Ahh..
Pada akhirnya, sebuah kesan,
hanya kenaifan yang dapat menyamarkannya.
Kecuali, jika memang takdir yang berkehendak.
Sayangnya, lagi-lagi aku tidak dapat berkuasa akan waktu.
Tidak dapat pula mengikatnya dengan janji.
Karena hanya takdir yang dapat mengikatnya,
sementara takdir adalah kuasa-Nya.

Minggu, 05 Oktober 2014

Tentang Perasaan

Tentang Perasaan


Kau pasti tahu,
daun-daun yang telah tua, akan tiba saatnya bagi mereka untuk jatuh berguguran

Namun, kau mungkin tak tahu,
bagaimana perasaan ini terkubur dan mengendap di lubuk hatiku yang paling dalam

Kenyataannya memang,
rasa cintaku memang ditakdirkan untuk singgah di tempat yang salah,
terus tumbuh melebat, sampai mengakar dan mungkin takkan tercabut

Tetapi jangan kau samakan cintaku dengan batang singkong,
ataupun semak belukar yang bebas tumbuh dan dapat dicabut hingga tak bersisa

Katakan saja aku tolol, bodoh, naif, nestapa atau apapun itu

Aku memang begitu.
Karena aku sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan,
yang jawabannya sudah kuketahui pasti, bahkan sebelum aku memikirkannya

Begitupula, dengan ungkapan-ungkapan yang ku persembahkan untukmu

Mungkin semua hanya sia-sia belaka

Tetapi, aku memang begitu

Setidaknya masih sampai saat ini, karena esok dan seterusnya, aku tak berkuasa atasnya

Jumat, 03 Oktober 2014

Teruntuk kawan, sahabat seperjuangan Teknik Elektro Paralel Ekstensi 2011

Setiap kuncup bunga yang berasal dari pohon yang sama, sejatinya mereka akan tumbuh mekar dengan wangi yang sama semerbaknya.

Walaupun, perilaku tumbuhkembangnya bergantung pula pada tingkat kesuburan, tingkat ketahanannya pada cuaca/iklim serta takdirnya sendiri yang menjadikannya seperti terlihat adanya.

Senada dengan sebuah kebersamaan, karena akan selalu ada perpisahan dibelakangnya.

Kenangan yang manis akan selalu menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang dan perpisahan tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk.

Perpisahan kali ini adalah sebuah kebanggaan, jadi berbanggalah kawan.

Karena setapak demi setapak langkah yang akan dijejakkan, akan mengiringi setiap sosok ke masa depan yang lebih baik lagi dan lebih manis lagi.




Teruntuk kawan, sahabat seperjuangan Teknik Elektro Paralel Ekstensi 2011.

YOLO!

" When you feel that you're the only one experiencing the hardest part of your life,
maybe you just don't know the way how to thank to God for every breath you take and for every chance you get.
So, you shall take a look around, and you will see what in the world is going on and how the people attempt to make deals with their last chance. YOLO! "