Minggu, 05 Januari 2014

Buku fotografi dan harapan.

One day, one post (or more) - [Postingan ke-9]


"If you only read the books that everyone else is reading,
you can only think what everyone else is thinking"
-Haruki Murakami-


Hari minggu kemarin, tepatnya pada malam hari sekitar pukul 19.00 saya pergi ke sebuah toko buku besar yang berada tidak jauh dari tempat tinggal saya. Sebenarnya, sudah dari beberapa hari yang lalu saya mempunyai rencana untuk membeli beberapa buah buku. Dengan tujuan untuk mengisi sebagian aktivitas liburan saya dengan membaca. Akan tetapi, lagi-lagi rasa mager (malas gerak) berhasil membujuk saya untuk berdiam diri di rumah. Duduk di depan laptop dan mendengarkan lagu-lagu kegemaran saya, sambil mengecek apakah masih ada file foto yang masih bisa saya edit.
Akhirnya kemarin malam, saya memutuskan untuk pergi dan berhasil membawa pulang dua buah buku tentang fotografi. Awalnya saya sempat ragu untuk membeli buku-buku tersebut. Selain karena harganya yang lumayan mahal, saya takut nantinya buku-buku tersebut hanya menjadi hiasan bertumpuk di meja belajar saya. Toh, kalau mau di internet saya bisa menemukan banyak bahan bacaan dan pastinya banyak juga buku-buku atau majalah-majalah yang bisa diunduh secara gratis (mental orang Indonesia :muntah).
Akan tetapi setelah membolak-balik halaman demi halaman dari kedua buku tersebut, saya meyakinkan diri saya sendiri untuk membeli kedua buku tersebut. Tentunya sambil berharap bahwa saya menemukan kembali semangat baca saya, terlebih kedua buku tersebut berhubungan dengan dunia yang saya sukai. Fotografi.
Then, here they are!




Ada sedikit cerita menarik ketika saya membeli kedua buku tersebut. Hal ini terjadi ketika saya sedang melakukan pembayaran di kasir. Kebetulan antrian sedang tidak ramai dan saya langsung menaruh kedua buku tersebut di meja kasir. Kasir wanita yang sedang melakukan scanning barcode bertanya kepada saya "Wow, buku ini harganya 150k mas?" dan saya mengiyakan pertanyaannya. Lalu kasir wanita yang usianya sekitar 40an itu bilang kepada saya bahwa beliau mempunyai buku yang sama seperti yang saya beli. Kemudian beliau melanjutkan cerita singkatnya, tanpa saya interupsi dulu dengan pertanyaan yang mungkin bisa saya lontarkan saat itu juga.
"Saya kemarin baru saja selesai pelatihan dan di pelatihan itu saya diberi buku ini juga. Tapi saya gak tau kalau harga bukunya semahal ini. Hahaha.. (seraya tertawa kecil)". Setelah itu baru saya bertanya kepada beliau tentang pelatihan yang dimaksudnya. Ternyata, beliau juga sedang menekuni hobi fotografi dan pelatihan yang dikutinya bukan hanya pelatihan fotografi semata. Beliau bilang bahwa di pelatihan tersebut, diajari juga tentang bagaimana kiat-kiat memulai dan menjalani bisnis di bidang fotografi.
"Wow, menarik banget ya bu kayaknya pelatihannya", kata saya. Sekaligus sebagai kata penutup dari perbincangan singkat kami di meja kasir malam itu. Dan beliau pun turut mengiyakan. Di sebelah saya juga sudah berdiri pengunjung yang juga akan membayar buku yang dibelinya. Tapi sebelum saya pamit keluar dari toko, beliau berpesan kepada saya "Semoga sukses ya mas dengan buku-bukunya! :) ", sambil melempar senyum ke arah saya. Saya pun mengiyakan dan membalas ucapannya "Sukses juga ya bu! Terima kasih banyak :) ".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar